Review Komik Great Case of Yorozuya Toukaidou


Sinopsis Singkat:

Shima mendirikan sebuah agen serba bisa bernama Yorozuya untuk menyambung hidup. Suatu hari dia menerima pekerjaan dari seorang model bernama Kaori yang mendapatkan ancaman. Sebagai pengawal pribadi dia bertemu Sang Klien, dan ternyata Kaori adalah pria. Saat mengerjakan pekerjaannya dia malah cocok dengan Kaori, diapun menerimanya sebagai pekerja paruh waktu di Yorozuya. Sejak saat itu keduanya mengerjakan berbagai macam permintaan klien yang cukup aneh. 

Informasi Buku

Judul: Great Case of Yorozuya Toukaidou

Art+Story: Ryo Saenagi

Jenis: Manga

Genre: Shoujo, Psikologi, Penyelidikan

Asal bacaan: Koleksi Pribadi

Jumlah buku: 10 volume (1 manga spesial)

Pendapatku

★ Motif membaca: Sejujurnya aku sempat lupa pernah punya komik ini. Setelah direnungkan akhirnya ingat, komik ini ada karena kupikir shonen ai ditambah kena jebakan sinopsis yaitu agen serba bisa yorozuya, wah berarti ada kasus-kasus nih. Ternyata isinya khas manga shojo rasa shonen ai, alias bromance dengan kasus yang terlalu mudah untuk ditebak. 

★ Pengalaman membaca:

Aku lebih menyoroti plot cerita daripada gambarnya. Karena segatel itu aku ingin mengulas cerita komik ini. Saat diawal membaca aku suka, karena mangaka sengaja pakai trope karakter utama yang struggle dengan trauma masa lalu. Kedua orang yang disebut 'patner' ini sama-sama membawa luka batin dan masa lalu yang bisa dibilang tragis, sehingga  mengakibatkan keduanya punya kekurangan seperti Shima(MC) punya phobia api karena orang tuanya meninggal akibat rumah mereka dibakar orang. Jika melihat Api Shima akan sesak nafas dan langsung pingsan. Sedangkan Kaori(patner MC) punya kepribadian lain yang disebut Kyo karena Ayah kandungnya sangat membencinya, Kaori kecil sempat dicekik dan ini hampir terbunuh. Sejak saat itu Kyo muncul. Kyo adalah watak lain Kaori yang sangat protektif pada Kaori. Kalau Kaori sadar, Kyo masih ingat apa yang dilakukan Kaori, tapi kalau Kyo yang sadar, Kaori tidak akan tahu apa yang Kyo lakukan. 

Eksekusi idenya sebenernya lumayan bagus dan chemistry kedua tokoh jelas lebih dari sekedar teman biasa. Tapi karena terkurung sama Genre Shojo, ingin terlihat bersih dan rapi sesuai genre(target anak SD-SMP), potensi ide cerita yang mengesankan di awal jadi kurang keluar. Endingnya juga payah kayak dihentikan paksa, dan oon-nya aku punya sampai spesial. Seandainya bukan komik shojo mungkin akan jauh menarik(shonen ai atau yaoi gitu 😁).

Rating (menurutku): ★★☆☆☆ kurangnya kebanyakan

Komentar

Postingan Populer