Review Komik Hikaru's Go
Informasi Buku
Judul: Hikaru's Go
Art: Takeshi Obata, Story: Yumi Hotta
Jenis: Manga
Genre: Sport, Catur Jepang
Asal bacaan: Koleksi Pribadi
Jumlah buku: 23
Sinopsis Singkat
Hikaru yang masih SD masuk ke gudang kakeknya untuk mendapatkan uang saku tambahan lewat menjual barang antik di sana. Namun yang ditemukan hanya sebuah papan igo tua dengan noda darah di atasnya. Yang paling aneh dia bisa mendengar suara tak kasat mata, dan muncullah sosok hantu bernama Sai yang mengikutinya. Hantu itu memiliki keterikatan dengan permainan igo. Hikaru yang tidak pernah tahu apa itu igo mulai meminjamkan tubuhnya untuk bermain dan lama-lama dia mulai tertarik untuk memainkan permainannya.
Pendapatku
★ Motif membaca:
Hikaru no go dulu sempat nonton animenya di TV, saat muncul komiknya di toko buku langganan, langsung sikat beli, ini koleksi pertamaku yang punya series panjang sampai 23 volume dan benar-benar lengkap. Setiap baca ulang selalu nggak bisa berhenti meskipun hanya sejenak. Terakhir baca bulan februari ini, maraton 1-27 cuma 2 hari. Emang se-seru itu komiknya.
★ Pengalaman membaca:
Sebelum kenal death note aku penggemar art Takeshi Obata di Hikaru's Go. Karena aku menikmati gambarnya, kalau menilik dari segi gambar memang ekspresif dan atmosfer setiap pertandingan benar-benar terasa. Meskipun cerita menyangkut tentang catur jepang, tapi bagi orang awam yang buta permainan igo, ceritanya dibuat sangat menarik dan mudah dipahami. Terutama di setiap pertandingan, yang nggak ngerti maksudnya apa juga ngerti ketegangan turnamen. Menurutku karya yang sungguh mempromosikan pemainan yang sudah dianggap kuno menjadi bacaan yang tidak bosan untuk disimak bahkan bisa menarik minat orang lain untuk ikut mencoba belajar permainannya.
Saat aku bilang baca ulang, aku lupa udah baca berapa kali, tapi yang jelas lebih dari 3x sih. Untuk pengalaman baca setiap saat kesanku terhadap Hikaru dulu selalu sama yaitu, bocah nyebelin dan terlalu seenaknya sendiri bahkan sampai di ending ngeyel pengen jadi kapten mewakili Jepang karena mau mengalahkan Ko Yonha, tapi akhirnya malah kalah(Dulu aku penggemar Akira Touya(setelah Sai tentu)). Tapi yang paling terakhir, pas aku baca ulang maraton kemarin, pandanganku terhadap Hikaru berubah, dan aku mulai mengerti kenapa Hikaru dibuat nyebelin, dan mulai terlihat mature di akhir, ternyata yang ditekankan Yumi Hotta sebagai penulis cerita memang pendewasaan karakter anak cowok seenaknya sendiri jadi seseorang yang serius mengejar saingannya. Meskipun terlihat seenaknya sendiri. Hikaru memang sama berbakatnya seperti Akira Touya. Cuma, dia telat aja baru tahu Go saat ketempelan Sai.
Rating (menurutku): ★★★★★ Suka Sekali



Komentar
Posting Komentar