Review Komik Ayame
Informasi Buku
Judul: Ayame
Penulis: Hiroko Miura
Jenis: Manga
Genre: Shoujo, Ninja, Historical
Asal bacaan: Koleksi Pribadi
Jumlah buku: 3
Sinopsis Singkat:
Ayame merupakan putri satu-satunya Hanzo Hattori, seorang ninja kelas satu yang terkenal. Karena ayahnya meninggal, Ayame diminta menggantikan Ayahnya sebagai ninja kelas satu, sehingga dia harus melepaskan identitasnya sebagai seorang wanita untuk ikut berperang.
Pendapatku:
Pertama mendapatkan komik ini kayak menyesal, karena pas mau cekout mikir, enaknya beli ini atau enggak. Karena visualnya mirip sekali dengan gambar di marketplace, tapi dalamnya jujur bikin aku tambah ngelus dada. Waktu lihat tahun publish 1995 langsung paham, komik bekas yang kubeli jadi komik paling tua yang kupunya. Apalagi ini bekas taman baca, ada robek pula. Tapi lumayan bisa dibaca(nggak ganggu pengalaman baca) dan covernya dibuat kaku dan keras.
★ Motif membaca:
Sinopsis sangat meyakinkan, cerita ninja saat Oda Nobunaga masih hidup tentu saja bikin penasaran, dan bukan plot pasaran. Inilah yang bikin aku cek out waktu itu tanpa pikir panjang, karena pengen punya cerita historical yang beneran lawas.
★ Pengalaman membaca:
Karena pernah mengikuti cerita soal Oda Nobunaga di Jdrama Nobunaga Concerto Live Action, jadi nggak asing dengan background cerita Ayame ini. Jika melihat logika zaman dulu sejujurnya keputusan Ayame untuk tidak menikah dengan pria di dalam komik itu masuk akal, namun kalau melihat logika jaman sekarang, dengan pikiran jaman sekarang, jalan pikiran Ayame akan menimbulkan banyak kontra daripada pro-nya.
Spoiler sedikit:
Ayame jatuh cinta pada Nobuyasu setelah dilamar oleh Nobuyasu sebagai selir, tapi dia harus memendam rasa cintanya untuk jadi ninja yang tugasnya melindungi Nobuyasu, dan melepaskan identitas sebagai wanita. Mereka berdua saling cinta dan bertekad saling melindungi, di scene ini Ayame udah kayak pelakor karena Nobuyasu sudah punya istri yang dijodohkan saat usia 9 tahun. Hubungan Nobuyasu dan Ayame di komik dibuat lurus dan tanpa seksualitas. Tapi kemesraan mereka terlihat di beberapa kesempatan.
[Gambar saat istri Nobuyasu curhat ke Ayame kalau hati Nobuyasu seperti milik wanita lain, bukan untuknya]
[Gambar Ayame dan Nobuyasu yang mesra saat hanya berduaan]
Setelah Nobuyasu meninggal, Ayame mau balas dendam pada Nobunaga(Bapak Mertua Nobuyasu), di sini twistnya Ayame memendam rasa hormat pada Nobunaga(meskipun tidak disebutkan kebaikan Oda Nobunaga di komik Ayame tapi dalam sejarah Oda Nobunaga selain digambarkan kejam, dia juga Daimyo yang Revolusioner dalam berperang dan mampu meningkatkan perekonomian rakyat, serta dikenal sebagai pemimpin yang adil). Selama bertarung Ayame antara ragu dan ingin membunuh Oda Nobunaga, tapi malah rasa benci Ayame membuatnya berhubungan lebih intim dengan Nobunaga, bahkan Ayame rela punya anak dengan Si Nobunaga.
Di akhir cerita Ayame menjadi orang yang memenggal Nobunaga setelah dia harakiri pada peristiwa HonnÅ‑ji.
Kalau dipikir kok Ayame bodoh banget. Kenapa nggak bunuh Nobunaga langsung dan banyak nggak tega. Jujur aku paham sih. Karena masa itu memang ada stigma gender dimana anak cewek di jual buat beli beras. Yah masa Patriaki kuat sekali. Jujur komik ini memang bukan cerita manis dan imut. Tapi kisah cinta yang menurutku ironis sesuai zamannya.
Rating (menurutku): ★★★★★ suka sekali





Komentar
Posting Komentar